Monday, December 1, 2014

BRAIN - MIND...//



    -Empat Intelligences Transformational dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan anda / life-style
-Bagaimanapun, penting bahwa anda harus memahami bagaimana otak dan pikiran bekerja secara kreatifdan inovatif; bagaimana kita memproses informasi, apa yang menyatu dan memicu perilaku kita, serta bagaimana kita membuat keputusan. Semakin banyak kita tahu dan memahami bagaimana dan orang-orang yang berada dalam fungsi pikiran pada tingkat yang paling dasar, maka wawasan yang lebih akan memiliki kekuatan saat anda berusaha untuk mengubah bisnis-produktif anda...//Bagi banyak orang, termasuk para ilmuwan dan psikolog, otak sarat dengan pikiran yang dipertukarkan karena tidak hanya memiliki satu tanpa yang lain. -     Bahkan, tidak ada yg disepakati dalam definisi tunggal ttg "pikiran."...Dalam konteks ini, bagaimanapun, saya membedakan antara keduanya. Otak adalah organ fisik, sebagai bagian dari sistem saraf pusat, yang terletak di dalam otak/brain. Hal ini memungkinkan anda untuk memiliki pikiran dan pikiran mengacu pada bagian dari kita yang mampu berpikir, penginderaan dan persepsi, dan melakukan fungsi-fungsi yang lebih tinggi seperti ide, alasan, asumsi dan memori, serta pengambilan keputusan dan emosi...."a2w

"Addiction Of Neuroethics"

"Penelitian menunjukkan bahwa semakin kecanduan memiliki dasar genetik dan neurobiologis pada suatu pemahaman riset, tetapi upaya untuk menerjemahkan penelitian ke pengobatan klinis yang efektif serta kebijakan sosial perlu diinformasikan oleh analisis-etis yang cermat terhadap implikasi pribadi dan sosial..... para ilmuwan dan pembuat kebijakan yang sama harus mempertimbangkan kemungkinan konsekuensi negatif yang tidak diinginkan dari penelitian neuroscience, sehingga janji mengurangi beban dan kejadian kecanduan dapat dipulihkan dan kemajuan terbarukan diterjemahkan ke dalam perawatan klinis yang bermakna dan efektif..."a2w

Saturday, November 29, 2014

"...@ETHICS_Dilemma..."a2w

....@       Semua dari kita pernah membuat pilihan yang dapat dinilai di bawah standar etika. Selanjutnya kita sering menilai perilaku orang lain sebagai benar atau salah. Sisi lain peradilan pidana menggunakan tenaga professional yg sesungguhnya, dan apakah mereka bekerja dalam penegakan hukum yang adil, atau koreksi, untuk menghadapi banyak situasi di mana mereka harus membuat pilihan yang dapat dinilai sebagai fakta benar atau salah. Karakteristik dari setiap profesi peradilan pidana adalah yang memerlukan peran kepercayaan publik yang melibatkan kekuasaan atas orang lain. Mereka yang memiliki kekuatan seperti itu harus sangat sensitif terhadap isu-isu etis yang mungkin timbul dalam kehidupan profesional mereka.
Sistem peradilan pidana (di Indonesia) sering menggunakan pendekatan politik, organisasi, atau sosiologis. Mari kita menggeser lensa pemikiran kita dengan melihat sistem melalui perspektif etika. Menanyakan apakah ada sesuatu yang legal, misalnya belum tentu pertanyaan yang sama apakah sesuatu yang diputuskan itu benar. Aktor pada setiap tahap dalam proses peradilan membuat keputusan yang dapat dianalisis dan dinilai sebagai etis atau tidak etis. Meskipun keputusan yang dihadapi oleh para profesional - mulai dari legislator yang merangcang hokum / UU untuk profesional pemasyarakatan, yang mengawasi tahanan - mungkin berbeda, mereka juga memiliki kesamaan, terutama dalam penggunaan kebijaksanaan dan adanya otoritas dan kekuasaan.
Legislator memiliki kekuatan untuk menentukan perilaku illegal, karena itu, dapat menghukum - mampu mendorong kearah etik dan adil. Mereka juga memiliki kekuatan untuk menetapkan jumlah hukuman dalam UU. Mereka mengkriminalisasi perilaku biasanya karena mengancam keselamatan publik tapi kadang-kadang juga menggunakan definisi moral bagi memutuskan mana perilaku hukum dan yang ilegal. "Perlindungan moralitas publik" adalah alasan untuk sejumlah undang-undang, termasuk yang melibatkan obat-obatan, perjudian, dan prostitusi. Bagaimana legislator menggunakan upaya discretion mereka untuk menyeimbangkan hak-hak semua orang? Selanjutnya  bagaimana pemimpin peradilan pidana/CJS membimbing bawahan mereka dalam menerapkan hukum secara adil? mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan secara lebih rinci .
a)Polisi yang menegakkan hokum dibuat oleh legislator, memiliki banyak kekuasaan diskresi. Misalnya , mereka memiliki
1.  Kekuatan untuk merampas kebebasan (melalui penangkapan ),….
2. Kekuatan untuk memutuskan mana individu untuk diselidiki dan mungkin menargetkan untuk operasi penyamaran,…
3. Kekuasaan untuk mengeluarkan mandatoris atau memberikan "belas kasihan "dan membiarkan sopir nakal dengan peringatan .
b) Jaksa mungkin menghadapi pengawasan public, apalagi peradilan pidana yang professional, namun ironis karena mereka memiliki banyak keleluasaan dalam menentukan siapa dan bagaimana untuk dituntuk dan diadili.
1. Mereka memutuskan untuk mengejar percepatann dan biaya yang menurun.
2. Mereka memutuskan kasus untuk dibawa ke dewan juri / hakim…
3. Mereka memutuskan bagaimana untuk mengadili kasus dan apakah untuk mengejar hukuman mati dalam kasus-kasus pembunuhan.
4. Mereka membuat keputusan tentang jenis kejahatan untuk mengejar, yang mempengaruhi polisi dalam memberikan bukti keputusan penegakan.
     Meskipun jaksa memiliki tugas etis untuk mengejar "keadilan" daripada keyakinan, beberapa kritikus berpendapat bahwa, pengambilan keputusan mereka tampaknya dipengaruhi oleh politik atau faktor lain selain tujuan keadilan.
c) Hakim juga memiliki kekuatan luar biasa, biasanya dipekerjakan melalui pengambilan keputusan dalam bidang berikut:
1. Menyangkal atau menerima permohonan tawar-menawar atas keyakinan,..
2. Keputusan mengenai aturan bukti.
3. Keputusan tentang hukuman…atau berdasar dewan juri / AS...

...pikirkan tentang beberapa pilihan etis yang dihadapkan dengan realitas beberapa minggu terakhir ini,...misalkan denda 1 M untuk setangkai kayu bakau petani miskin....Moralitas, Etika, dan Perilaku manusia telah dihadapkan dengan salah satu dari pilihan kita:..
• Di tempat kerja, anda diminta untuk menutupi info. seorang teman yang ingin pulang lebih awal dan tidak melaporkan waktu yang hilang akibat perbuatan itu....
• Seorang rekan kerja mengambil sesuatu dari toko di mana anda berdua bekerja, dan diharapkan  untuk tidak mengatakan apa-apa..
• Seorang teman meminta anda untuk berbohong baginya untuk pacarnya, dan menutupi fakta bahwa ia pergi keluar dengan gadis lain...
• Anda merasa terdorong untuk memberitahu profesor / dosen pembimbing tentang "kebohongan" ketika meminta pada tugas atau untuk waktu ujian yang berbeda, dengan mengorbankan teman ..."a2w

Monday, August 13, 2012

VMAT-2 (Vesicular Monoamine Transporter)-2...//Anwar Wardy W


Reserpine –block;... VMAT2 ligand
nblocks vesicular monamine transporter in dopamine and serotonin neurons
ninitial effect is massive release
nlater effect is long term depletion

VMAT2,...dalam beberapa literature; disebut sebagai God-Gene, apakah dalam chromosome awalnya berperan (given).... spirutualism manusia?
--->karena mengandung jumlah asam amino yang terbanyak dari sifat2 manusia pada spiritual-question (SQ): dan apakah protein berperan pada religousnya manusia....//

Monday, July 16, 2012

KARAKTER VS KEPRIBADIAN;....//anwar wardy


PRINSIP DASAR
Prinsip dasar (style of thingking) dan nilai hidup tertentu membuat orang lebih efektif.
Mereka adalah orang-orang yang mencari keadilan, pemerataan, integritas, kejujuran, harkat dan martabat, keunggulan, semangat pelayanan, kesabaran, ketekunan, kepedulian, keberanian, semangat dan berpikir positif.
Orang yang berkarakter,…. tumbuh dari prinsip-prinsip klasik adalah pemimpin sejati yang dapat menginspirasi dan membantu orang lain.
Karakter adalah kebiasaan seseorang……//
Karakter vs Kepribadian,,,//
·                 Sebagian besar literature; keberhasilan suatu Usaha/Karier beberapa dekade terakhir telah berfokus pada pengembangan kepribadian yang baik.
·          Mengembangkan karakter suatu yang lebih penting.
·         Karakter meletakkan dasar kepribadian sukses.
·      Kepribadian dapat muncul secara alami ketika karakter berakar dari dan dibentuk oleh prinsip-prinsip etik dan moral.
·      Tampilan kuat dari kepribadian yang tidak sesuai dengan karakter kita adalah seperti memakai topeng. Itu menipu diri, manipulatif dan akhirnya merusak…//a2w

Tuesday, May 8, 2012

Membangun Karakter Bangsa,.....membiasakan diri/kel.-masyarakat menjalankan (applied) Pancasila sebagai dasar bekerja/berpikir dan berkarya dalam Bangsa ini, .....satu demi satu sila dalam perilaku keseharian,.....bukan pilar bangsa (DPR); nation style of thingking....//